Keretaku Hilang tapi tidak dengan Kenanganku

Kita jadi ngumpul-ngumpulkan?iyah ntar tika naek kereta pagi-pagi aja ga perlu bawa motor biar lebih gampang kelokasi tempat ngumpul, yang kebetulan dipilih Grand Indonesia dengan alasan biar lebih dekat dengan stasiun kereta api  sudirman hingga aku ga repot untuk pulangnya *Ugh kalian ko baik semua sih mikirin tika jadi terharu hik-hik hik.*itu percakapan terakhir via YM sore itu dengan KBB, diselingi via plurk dan milist.

DSC03898

Pukul 5.45 am sudah berada di stasiun depok baru, seperti biasanya di peron sudah ramai oleh pengguna kereta pagi, kereta yang kutunggu sedikit terlambat dan ini membuatku teringat berbagai kenangan bersama kereta listrik ini.saat itu yang kutunggu adalah kereta balik Tanah abang-depok, beda dengan kereta yang akan kunaiki sekarang yaitu ekonomi AC dan keretaku dahulu ternyata sudah hilang dari jadual perjalanan.

Ingatanku melayang ke masa-masa bersama 2 orang teman seperjalananku dulu, he he he kami adalah teman yang dipertemukan dalam waktu dan nasib perjalanan.Banyak kejadian yang seru setiap hari bersama mereka.aku adalah penumpang kereta balik Tanah abang-Depok yang berangkat dari depok pukul 6.45 dari stasiun depok lama tapi untuk mendapat tempat duduk kami para penumpang harus rela datang lebih pagi yaitu pukul 06.00 menunggu di peron bogor stasiun pondok cina, atau sekitar 6.20 di stasiun depok baru di peron 3 posisi agak menjorok kesebelah kanan *hampir selalu dilokasi yang sama kami menunggu* ada alasan kami lakukan itu.

Kereta Ekonomi itu meskipun terlihat padat dan tak layak tapi didalamnya ada beberapa komunitas dan pertemanan yang solid yang mungkin tidak semua tau itu kalau tidak masuk didalamnya, pertemanan mereka ada yang seperti aku tanpa sengaja bertegur sapa dan akhirnya begitu saja kami akrab, ada juga yang karena tetangga, atau karena satu tempat pekerjaan.

Ada beberapa hal yang aku ingat sebagai penumpang kereta itu yaitu :

  1. Terkadang aku harus masuk  kedalam kereta sebelum kereta berhenti dengan layak, ini untuk mendapatkan sebuah tempat yang nyaman untuk perjalanan ku yang lumayan panjang*ini bahaya untuk yang tidak sering karena pendaratan dalam kereta kadang tidak stabil dan tidak disarankan, saat itu saya belum banyak pertimbangan (worship)*
  2. Untuk kereta 2 set dibagian gerbong 7 selalu berusaha menjadi pilihan terakhir aku bersama teman, kenapa begitu?alasan pertama kalau turun di stasiun sudirman yang peronnya pendek gerbong 7 tidak di capai peron, alasa kedua gerbong 7 saat itu lumayan berisik karena ada beberapa kelompok disana yg senang mengobrol dan bagi kami yang pecinta tidur dikereta itu sangat mengganggu (he he he), karena memang tiap kelompok punya hobi yang beda dalam menghabiskan waktu, alasan ketiga ada satu kelompok yang anggap gerbong itu milik mereka jadi ketika saya duduk di suatu posisi yang menjadi tempat salah seorang itu biasa duduk maka akan muncul obrolan yang tidak enak didengar.
  3. Kereta 1 set adalah kereta yang paling kami benci karena kemungkinan dapat duduknya sangat tipis kecuali jeli mengamati*maksudnya?*. Yup kami harus jeli mengamati tiap penumpang yang ada dikereta 1 set itu, mencari apakah itu penumpang baru naik atau itu penumpang yang akan melanjutkan perjalanan ke bogor, gimana caranya ya?yah pertama diliat dari raut wajah, pakaian, atau bisa tanya langsung *paling aman, tapi kadang tidak aman juga suka dijahilin* he he he.
  4. Pernah ga dapet duduk?tentu saja…meskipun sudah pagi-pagi  terkadang kereta juga sering terlalu padat saat ada kereta lain dibatalkan, atau ada yang terlambat, kalaupun cuma ada 1 atau 2 orang aja yang dapat tempat duduk?kami biasa bergantian untuk duduk pembagiannya yah sudah kami atur juga
  5. Apa ada copet, atau jambret disana?ada, beberapa kejadian didalam kereta yaitu penyobekan tas, penjambretan kalung, bahkan pengambilan barang yang diletakkan diatas tempat duduk
  6. Pernah alamin kehilangan?saat jadi penumpang tetap? ngga, tapi kehilangan hp distasiun tanah abang saat hendak masuk kereta sehabis belanja dan pernah rebutan kalung dengan penjambret dan saya menang (dance)
  7. Stasiun yang paling rawan?Sebenarnya ga tau yang mana tapi saat kejadian penjambretan ada beberapa stasiun yang sepi ada 2 lokasi yang sering jadi tempat turunnya, dan tiap-tiap kejadian dia selalu turun saat kereta akan mulai melaju lagi jadi ga mungkin untuk dikejar ..tapi pernah ada yang jatuh di peron saat mengejar salah seorang penjambret dengan melompat turun dari kereta.*serem*
  8. Posisi paling rawan versi ku adalah duduk dekat dengan pintu keluar, beberapa kejadian tidak menyenangkan ada disana, penjambretan dan pelaku biasanya ga sendirian karena pernah saat sekali gagal , di staisun berikutnya akan ada yg mencoba lagi…jadi saat kejadian awal gagal *hati-hati, akan ada seorang dengan pura-pura bertanya dengan simpati*atau bisa juga bergerombol karena tak pernah sendiri.
  9. Fungsi kereta lainnya adalah seperti berada dalam toko berjalan, sepanjang perjalanan akan ada barang-barang yang ditawarkan dengn harga yang miring dari buah-buahan, jepit rambut, accecoris Hp,  kue-kue stiker, bahkan furniture seperti meja belajarpun ada :) , yah seperti toserba berjalan.
  10. Hiburan murah meriah dengan iringan musik dan lagu-lagu popular di radio dan televisi terdengar dimana-mana,  terkadang ada penyanyi yang suaranya benar-benar bagus*pernah juga 1 gerbong sengaja menyewa 1 kelompok musik untuk temani perjalanan*
  11. Penggunaan kereta membuat waktu berjalan sesuai tempatnya yah maksudnya kalau dari stasiun depok jam 6.50 sampai stasiun sudirman hampir selalu jam 7.30 dan ini masih belom terlambat mengingat aku masih harus naik bus lagi untuk sampai kantor.

Sebenarnya banyak yang masih kuingat dan belum tertuang didalamnya, terlalu banyak kenangan bersama kereta itu tapi sayapun senang sekarang pengganti kereta itu lebih baik lagi  ^0^

Buat Lilin Cantik Yuk

Sudah lama sekali ga buat lilin cantik ini, berusaha mengingat-ingat zaman masih sekolah dulu…

Kebetulan karena saya mendapat tugas dari kampus untuk KKN (kuliah kerja nyata) mungkin sekarang sudah tidak ada lagi, saat itu salah satu tugas simple yang saya pilih untuk memenuhi kuota jam dari yang diwajibkan saya memilih mengajari murid SD untuk membuat lilin :) , alasannya simple aja murah, mudah dan bermanfaat.

Foto Bersama saat Praktek pembuatan Lilin

Bahan yang dibutuhkan :

-Parafin

-Pewarna lilin bisa diganti crayon bekas

-gelas-gelas kecil atau wadah untuk tempat lilin

-Sumbu kompor atau benang kasur

-Lidi/biting

-Parfum atau pewangi jika ingin lilin beraroma

-Kompor spritus

-kaleng atau wadah untuk memanaskan parafin

Cara buat :

nyalakan kompor dan letakkan kaleng diatasnya, masukan parafin perlahan-lahan dan biarkan meleleh sampai cair, beri pewarna sesuai selera lalu siapkan gelas kecil yang sudah disiapkan sumbu kompor yang diikat di lidi, diamkan sampai agak beku  kalau ingin menambah lilin diatasnya dengan variasi warna yang berbeda-beda.

sayang foto-foto lilin tidak ada dokumentasinya :( , tapi cara buatnya mirip dengan pembuatan puding ko :P , pasti bisa..