Anak Perempuan, Anak Laki-laki dan Biaya Hidup


Pak Arnold (bukan nama sebenarnya),  ayah dari putrinya yang berumur 9 tahun bekerja sebagai satpam disuatu gedung perkantoran yang sederhana.

Beberapa bulan ini pak arnold nampak sangat kebingungan, tergambar dari wajahnya yang resah, terlihat dari caranya memegang rokok yang tak biasanya.Beberapa hari ini senyum yang kulihat diwajah pak arnold pun tampak sangat terpaksa, akhirnya kuketahui apa penyebab wajah muram itu.

Istri pak arnold yang sedang hamil, diindetifikasi oleh dokternya harus melahirkan lebih awal dengan operasi caesar karena sang istri mengidap tekanan darah tinggi yang akan berbahaya jika dipaksa lahir secara normal.

Bukan hanya memikirkan masalah melahirkan yang tidak biasa itu, tapi biaya yang harus ditanggung olehnya yang berpenghasilan pas-pasan.Banyak juga yang iba padanya dan memberi beberapa pinjaman, dari kantor maupun rekan-rekannya.

Anak itu pun sekarang sudah lahir berjenis kelamin  perempuan, berwajah mungil dan  cantik, tapi sayang mereka belum diijinkan pulang karena tersangkut biaya Rumah sakit.Biaya yang harus ditanggung sebesar 12 juta untuk biaya caesar disebuah RS.

Bantuan pinjaman terus dicari oleh sang ayah demi memulangkan si bayi, ada beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan ketika dia datang, begini ;

Alila: Gimana pak anaknya?sehat ya..?Langsung disterilisasi ga pak?

Pak Arnold: yah sehat semua, cuma belom bisa pulang, karena belom cukup biaya RSnya, untuk sterilisasi perlu tambahan 3 juta lagi.

Alila: Kalau ga sterilisasi sebaiknya mungkin KB ya pak?

Pak Arnold : Maunya sih gitu, tapi agak ragu karena kan belom punya anak laki-laki

Alila: Lah pak anak perempuan juga ntarnya bakalan punya mantu laki juga

Zainab  (bukan Nama sebenarnya) perempuan yang bekerja di sebuah instansi,keadaan ekonomi cenderung stabil,  ibu dari 3 orang putra dan masih terobsesi ingin punya anak perempuan dan setelah kelahiran anak ke 4  yang juga laki-laki  akhirnya dia menyerah juga.

Andira dan Leonardo(bukan nama sebenarnya juga) : Pasangan yang tidak memiliki anak tapi berkecukupan bahkan cenderung berlebihan untuk ekonominya, setelah 10 tahun menikah akhirnya mengambil seorang anak perempuan yang dirawatnya seperti anak sendiri.

Yah ini cuma sekedar coretan tikapinkhana

DSC00713

Iklan

13 tanggapan untuk “Anak Perempuan, Anak Laki-laki dan Biaya Hidup

  1. jadi inget keluarga sepupu yg dikedai hehehe..
    anaknya ada 6 orang, 5 perempuan dan akhirnya dapet 1 laki-laki..

    tapi serunya klo kesana selalu rame, ga kya dirumah ni yg cuma 2 orang tp sepasang cos ade mim cwo hehehe..

    1. @mima: iyah kadang kalau liat dirumah banyak orang seru juga yah..dirumah juga cuma bertiga dan semuanya tinggal dibeda kota…rasanya sepi 😦

  2. Laki-laki atau perempuan sama aja… harusnya bersyukur kalau udah punya salah satu, banyak yang udah nunggu bertahun-tahun tapi tapi blum dapet juga. tapi ya namanya juga manusia, punya sejuta keinginan 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s