deBlogger Berbagi di Bulan Suci


Seperti rencana kami sebelumnya yang sudah saya posting di Blog ini mengenai rencana mengunjungi Panti werdha Yayasan Usaha Mulia pada tanggal 5 September 2009, akhirnya terlaksana juga.Sekitar pukul 2.30 sore kami berangkat dari KedaiQu tempat awal kami berkumpul.Jalanan yang padat merayap membuat kami semakin terlambat di lokasi.

Kedatangan kami sedikit membuat resah pengasuh panti werda itu, hari itu memang jalanan luar biasa macet ditambah lagi ada sedikit persiapan yang harus dibereskan lebih dahulu.Oma Sandra (aku panggil demikian karena dia selalu bicara soal sandratex, sedangkan berkomunikasi denganya hanya satu arah) menyambut kami dihalaman dekat pintu keluar *lebih tepatnya dia ingin keluar juga*.Oma Sandra selalu ingin pergi dari panti werda ini, sejak surveypun aku sudah ngobrol dengannya…yang selalu berceloteh ingin pergi saja.

Oma kerudung, aku tak tahu namanya dia duduk disebelahku tapi punya keunikan yaitu tak bisa berbicara biasa(tuna wicara), tapi kami mengobrol lumayan banyak dengan isyarat.salah satunya adalah dia beritahu soal oma Sandra yang pakaiannya agak menurun dibagian bahunya, yang kedua dia juga ingin beritahu  kekuatirannya  soal pintu gerbang yang mungkin belum tertutup.oma ini pun menyukai bentuk cincinku juga dia ikutan bertepuk tangan ketika aku bernyanyi dan bertepuk tangan.

Oma Lastri: mungkin dia yang paling lama interaksi denganku, ia ekspresif sekali saat menyanyi dan hafal lagu-lagu lama, untung dulu pernah dengar lagu itu jadi bisa sedikit mengikutinya. Duet lagu kami adalah Sepanjang jalan Kenangan, Jembatan Merah, Teluk Bayur, sepasang mata bola, dan lagu Kla.

.Sepanjang Jalan kenangan

Sengaja Aku datang kekotamu

Lama sudah tak bertemu

Ingin rasanya mengulang kembali

Berjalan-jalan bagai tahun lalu

Walau dirimu kini telah berdua,akupun kini tiada berbeda

Namun Kenangan sepanjang jalan itu ..

Sepanjang jalan kenangan kita saling bergandeng tangan*aku digandengnya*

Sepanjang jalan kenangan kau peluk diriku mesra *akupun dipeluk erat oleh oma*

Hujan yang rinti-rintik diawal bulan itu menambah indahnya malam syahdu

*belum cek lirik ini benar atau salah, tapi saat itu aku nyanyinya begini J*

Yang aku kagumi dari Oma lastri adalah semangatnya, dia bilang kalau dulu dia adalah pekerja keras, tangannya sekarang tak mampu apa-apa itu sedikit penyesalan baginya, tapi dia masih mampu mandi sendiri meskipun duduk dikursi roda *ceritanya dengan bangga*.Dia mengerjakan semuanya sendiri selama dia mampu, diapun berkata bersyukur diusia tuanya masih punya tempat untuk tinggal, tidak terlantar dijalanan.

Opa Leo berada disebelah oma lastri, pria berjenggot itu senang dipanggil opa jengot atau leo jenggot, sedikit berbahasa jawa juga, tidak mau nyanyi kecuali aku mau nyanyi sambil menghadapnya biar dia bisa meniru gerakanku.

Berkeliling lagi berbincang sedikit dengan oma amoy yang hanya berbahasa mandarin, doh saya tak mengerti, tapi kadang dia bahasa Indonesia juga sih..dia bilang soal tai lalat dibawah bibir milikku adalah sehat mau makan banyak *ko tahu ya* dan cerewet *padahalkan aselinya pendiam*

Selesai bernyanyi, berbagi bingkisan, maka kamipun pulang  dan oma lastri berkali-kali bilang untuk mengunjunginya lagi.Uhm..banyak kesan yang kudapat disana mungkin saja akupun kembali kesana tapi berharap tidak nyasar lagi seperti waktu pulangnya sampai tangerang (doh)

DSC04207

Tak lupa kami dari deBlogger mengucapkan terimakasih pada para donatur, uang itu sudah dimanfaatkan dengan baik untuk beli sembako sesuai permintaan dari pengurus panti werdha, obat-obatan, biskuit dan kue-kue.Adapun karena masih ada uang masuk hingga tengah malam saat kami sudah membungkus bingkisannya akan dimanfaatkan sebai-baiknya untuk kegiatan sosial lainnya.

Iklan

32 tanggapan untuk “deBlogger Berbagi di Bulan Suci

    1. iyah doni tadi utak-atik liat tutorial masih ga keluar juga, Opa gege tadi yang bantuin dan saya teruskan ke mima yang punya keluhan sama :), makasih sekali lagi buat opa gege

    1. alhamdulilah mima…senangnya akhirnya selesai dengan baik, berjibaku dengan telpon yg kadang di sms ga nyampe, padahal butuh pesanan belanjaan dari mima, bungkusin kado bareng2 ampe ampir ketiduran..rasanya hasil ini menyenangkan.
      Perencanaan di 99 dengan team itu, harapan malah terealisasi lebih…senang dengan kerjasama ini

    1. hi hi hi..akhirnya kemaren udah coba pake timer sepertinya aneh atau tika yang ga ngerti, itu yang jd praktek postingan burung murai, padahal diseting jam 1 siang ntah dia munculnya kapan.

  1. Mba Tika…maapkan daku yg meninggalkanmu…

    Maap yaa…..
    hanya 1 kata wat mba Tika = Keereeeennn…

    next time kita gokil-gokilan lagi oke….hihihii
    (tapi ga pake nyasar yaa… hehehe) 😛

  2. sbagai tukang nyasar, gw selalu inget kalimat bijak yang disampein temen gw waktu kita berdua pertama kali nyasar di Jakarta *dua anak daerah –satu Serang satu Depok–muter-muter Jakarta pake plat A*. Katanya: kalo kita ga nyasar kita ga akan pernah tau tempat itu…

    dan sampe hari ini gw masi sering nyasar…

    1. iyah jadi tahu tempat baru, tapi plat motor BE jd mungkin karena itu orang maklum waktu kita nanya-nanya jalan menuju depok

    1. @Qie : mudah-mudahan
      @phinkdoll : (doh) , makasih pujiannya
      @orang aneh : salam damai juga
      @Vhee: (doh) (doh) (doh) ko mas sih

    1. @pencerah : amin
      @gajahpesing:amin
      @ciwir: makasih
      @lukmandisini: makasih ya udah ditemenin belanja dan banyak direpotin.

    1. @piazola: ga lah nyasar itu karena emang harus nyasar *ngomong apa yah*
      @herico: makasih
      @nuuii : halalbihalal ya?ntar ditanyain ke bagian even tapi kalau kopdar ada rencana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s