Murai Batu Medan itu pun terbang


Seperti hari-hari biasanya saya pulang kerumah sesudah azan magrib berkumandang, sekitar pukul 6.30 pm.Adahal yang tak biasa disini,  Rus *teman sehobi nya kakak* sudah mencari-cari kakak  kerumah ditambah lagi celoteh ponakanku soal burung yang terbang.Dirumah beberapa bulan ini memang ada beberapa burung yang di pelihara, jenis burung murai, pentet, jalak ijo, nuri, kacer, love bird.Dari semua koleksi itu tidak semua ada dirumah saat ini, ntah kenapa setiap minggu ada aja yang ditukar *ntah ada penambahan biaya atau tidak*, berganti-ganti terus menerus sampai saya tidak mengenali lagi koleksi yang dirumah yang jenisnya apa aja.

Saat pagi hari saya berangkat belum ada hal yang aneh, seperti biasanya burung-burung itu dimandikan, diberi makanan khusus seperti jangkrik, ntung *semacam ulat putih ndut*, dan kroto, sayapun berangkat kekantor tapi pagi itu saya hanya memandang burung murai sekilas saja.padahal biasanya saya ikut duduk dan memandangi sambil sedikit bertanya.

Burung Murai Batu Medan adalah kebanggaanya, kesayanganya, sempat ingin dilombakan juga.Menurutnya ada kepuasan tersendiri kalau punya burung murai batu medan itu, sebelumnya pernah juga murai lampung super saat itu saya tidak bisa bedakan karena wajahnya mirip.Adahal yang akhirnya saya ketahui dari jenis murai medan dan lampung super yaitu ekornya murai medan panjangnya hampir sama dengan panjang badannya, itulah kenapa sangkarnyapun jauh lebih besar dibanding sangkar burung-burung lain dirumah.Dan semalam saat magrib burung itu terbang dari kandangnya yang sudah dikerudung kain *menurut orang dirumah*ntah karena pintu yang lupa ditutup, atau karena kunci kawat itu yang belum dipasang.

Info terbangnya sang kesayangan tidak dikabarkan via telpon, meskipun saat itu dia menelpon kerumah untuk minta jemput.kami tak ingin mengejutkan, meskipun tentu saja akan tetap cemas, kami ingin sampaikan berita secara tenang saat dia sampai rumah dan istirahat sejenak.Usaha untuk mencari burung yang hilang tetap dilakukan tukang burung langganan pun dipanggil untuk usahakan penangkapan dengan pancingan dengan murai lain, tapi malam itu segalanya terlambat karena hari sudah terlanjur gelap.

Hari ini disebut hari berkabung menurut teman kakakku yang tadi belum berangkat kerja juga, padahal biasanya selalu jam 7.00 tepat.Tak tahu harus bagaimana bersikap, semoga duka itu cepat berlalu ^_^

Murai Batu Medan-gambar diambil disana->(http://pendek.in/00a1b)
Murai Batu Medan-gambar diambil disana->(http://pendek.in/00a1b)

Iklan

7 tanggapan untuk “Murai Batu Medan itu pun terbang

  1. Kadang kalau kita kadung cinta sama binatang peliharaan, kehilangannya bisa sangat menyakitkan. Kebayang kalo yang hilang adalah belahan jiwa kita

    *kan ini zona menye-menye, jadi boleh dong ikutan menye-menye*

  2. hehehe….
    saya juga dulu pernah punya peliharaan… seekor anjing…
    tapi akhirnya mati kangen, tatkala dia saya tinggal di sby, dan saya kerja di malang…
    dia gak mau makan klo gak ada saya…
    sedih…

    SAlam Perantau

    1. wah katanya anjing emang sangat setia ama tuannya, belum pernah pelihara anjing sih tapi keren juga ikatan perasaan yang dipelihara pada tuannya

  3. dulu papaku juga miara segala macam burung gitu.. pas ada yang mati, papa tuh desprate banget keliatannya.. benar2 merasa kehilangan..

    dulu pas miara ikan juga gitu..ada ikan mas koki mati, bokap sampe gak nafsu makan dan gak bisa tidur beberapa hari… kok segitunya, ya.. ~_~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s