Sampah-sampah itu…


Sampah..yang terbayang adalah benda yang ga berguna, bau, busuk, bikin penuh, menjijikkan :(, tapi ada hal yang mungkin kita lupa sampah itu awalnya dari mana?Terlalu merepotkan untuk banyak berkosakata bagi saya yang tidak biasa bercrita :)…

Dilingkungan tempat tinggal saya sudah ada seorang petugas yang akan mengangkut sampah setiap 3 kali dalam seminggu dia datang dengan gerobak kuningnya  yang semakin penuh sesak sampah yang tercampur antara yang organik maupun anorganik*iseng mengamati aja  dan akhirnya saya berusaha memisahkan beberapa jenis yg mampu dipisahkan dan dikumpulkan*.Perilaku pengumpulan ini ternyata banyak yang melakukannya juga lho..bukan hanya dari kalangan pemulung yang sejak mentari belum terbit sudah mengubek-ubek tempat sampah hingga mentari tenggelam..

Adalah Riko seorang ahli dibidang komputer pernah bekerja disuatu Bank asing terkenal diindonesia, tentu saja saya ga kenal dia he he he saya hanya mengenal adiknya yang kebetulan sama-sama mengikuti tes kerja di suatu perusahaan.Menurut adiknya riko hanya mengumpulkan jenis-jenis botol plastik tertentu untuk dijual disamping side job lainya memperbaiki komputer dan profesinya sebagai IT.

Adalah Joni seorang yang posisi dikantornya bukan rendahan, level manager dengan tanpa malu dan ragu membawa kaleng-kaleng bekas meeting dengan kantong.

Adalah Ahmad bekerja sebagai supervisor disuatu perusahaan, punya beberapa bisnis dikampung halamannya dan juga menjadi seorang yang mengawasi kebersihan lingkungan sekitarnya.Wilayah tempat tinggalnya sudah pernah saya datangi, bersih dan ternyata disana sudah bisa kelola sampah sendiri, sampah organik diolah jadi pupuk, sedang untuk an organik dia bekerja sama dengan paguyuban pemulung yang akan bayar dari tiap sampah yg dihasilkan, uangnya dipakai untuk lingkungan juga.Selain pengelolaan sampah kesadaran akan pohon, lubang biopori dan juga ternyata ada juga semacam pelatihan untuk pengolahan sampahnya kalau ada yang berminat :).sampah-sampah yang semula hanya saya kumpulkan dan sebagian dijual alakadarnya dengan uang yang tetap hanya tersimpan dipojokan sering saya bawa untuk pak ahmad.Dari hasil obrolan saya ternyata ada perbedaan besar nilai uang yang dihasilkan dari  kerjasama langsung dengan paguyuban pemulung dan penjualan melalui gerobak-gerobak yang lewat yang menawarkan jual beli sampah.Hasil penjualan sampah pak Ahmad hampir 200.000 bulan kemarin dan itu bisa dipakai untuk lingkungannya, beberapa waktu  ini sebagian sampah saya dan juga menjemput dari tempat eno diberikan secara cuma-cuma.

Ga ada maksud khusus dalam penulisan tulisan ini hanya sekedar cerita mengawali pagi, nama-nama orangpun bukan nama sebenarnya tapi saya pernah bertemu salah seorang diantaranya 🙂

Iklan

11 tanggapan untuk “Sampah-sampah itu…

  1. waa… bagus yah kalo sampah ternyata masih bisa menghasilkan sesuatu yg berguna kek gitu.
    ehm… tp sepertinya memang butuh penanganan khusus, dan orang2 yg mau direpotkan akan hal itu. Kalo saya? heheh,,, gak tau. Saat ini masi merasa kerjaan kantor sudah cukup bikin hectic. Kalo ditambah ngurusin sampah lagi, gimana yak? hihihi
    Semoga ada pencerahan untuk pemikiran ‘egocentric’ saya ini. Ada yg mw membantu?
    :koq jadi malah curhat gini yah:

  2. mereka melakukan perubahan bukan kepada orang lain..tapi melakukan perubahan ke dalam diri dulu. Mencoba hal kecil namun konsisten dan dengan tujuan yang baik.
    Aku percaya sesuatu yang baik akan membuat sesorang yang melakukannya akan mendapatkan kebaikian..

    1. @illa : iyah emang sedikit repot, apalagi ditambah izin penyimpanan yang sulit 😦
      @berlakusebulan : iyah berharap bisa merubah diri ini menjadi pribadi yang jauh lebih baik juga 🙂
      @iman : makasih juga udah baca 🙂
      @amri : ada dimana nih *ubek2 sampah*
      @kucing : bolehnya numpang kirim makanan 🙂
      @drw :slogannya (doh)
      @blogpopuler : tersandung-sandung blog saya bisa menemani istirahat siang 🙂 makasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s