Apa memang begitu “cara menambal ban” ?


Pagi ini pukul 7.30 seperti biasanya kulajukan Rave dijalanan menuju kantor, tapi ada yang berbeda  yaitu motor melaju dengan tidak stabil sepertinya ban depan kekurangan angin.Kuhentikan Rave (motor ku) di salah satu tempat tambal ban di s. Seorang pemuda tanggung menghampiri dan bertanya padaku apa yang  harus dia perbuat,  nada suara tinggi tapi kosakatanya ga terlalu jelas, ntah kenapa tiba-tiba ada perasaan tidak nyaman saat aku menunggu prosesi tambal ban.Aku duduk disebuah amben dibawah pohon besar, ada sedikit tumpukan bambu dan kayu disekitar sana, sejuk, nyaman, hal yang membuat gelisah hanyalah saat mengamati Rave di tambal.

Aku sedang  mengamati pekerjaan penambal ban, gerak-geriknya sangat lambat,  sesekali motorku ditinggal ntah dia pergi kemana ada perasaan kesal dan marah serta lapar bercampur aduk saat itu.Menunggu itu sungguh bosan, apalagi dalam kondisi lapar, kubuka site Microblogging ternyata tak menghapus bosan, mood pagi ini benar-benar kacau.Memikirkan ban motor dan due date dokumen yang harus dibawa pagi ini.

Akhirnya Mr.X (si penambal ban) memanggil, dan beritahu kondisi 2 buah lubang yang sudah menghuni lapisan terdalam ban motor, aku amati dan aku meminta untuk menambal saja.Ada raut kesal diwajahnya *atau ini hanya pendapatku saja*. Cara menambal yang beda dari biasanya, singkat dan cenderung terburu-buru kalau dibanding dengan tempat lain.

Mr. X mengerjakan prosesi menambal dengan setengah hati atau dia memang belum profesional, soalnya aku melihat beberapa kali gagal mengeluarkan ban dalam itu, dan alat semacam  obeng pipih itu menggores ban luar*geram sebenarnya*.Duduk diam mengamati, memotret sekeliling *fiuh* pukul 8.30 dia mulai mengembalikan ban dalam ketempatnya, sayapun lega dan menyiapkan dompet.Ketika akan beranjak berdiri saya terkejut sekali Mr. X kempeskan ban dan keluarkan ban dalam dan mulai prosesi dari awal, dia mulai keluarkan kalimat agak tinggi lagi, dia bilang bahwa masih ada 1 lubang di ban saya. .

Saya ga suka diteriakin apalagi ban itu bocor bukan salah saya, saya tanya dia kenapa bisa dari 2 jadi 3?Mr.X menjawab dengan grundengan *ga jelas kosakatanya* meskipun saya sudah meminta dia mengulang.Huff..cukuplah batas sabar saya, saya minta dia rapihkan motor saya biarpun dengan 1 lubang tersisa, terseok motor menuju kantor tapi rasanya saya tak bisa lebih dari ini, jadual kantor sudah terlambat dan saya tak ingin teruskan menunggu ga jelas dengan Mr. X yang menurut saya mencurigakan cara kerjanya.

tempat menunggu

Pss.. keputusan tidak membeli ban  karena pengalaman sebelumnya jarang ada ban dalam yang aku mau  di sana, kalaupun ada harganya jauh beda ataupun menurut gosip yang beredar ban dalam nya sering tidak baru, benarkah?(saya tidak tau).

Iklan

5 tanggapan untuk “Apa memang begitu “cara menambal ban” ?

  1. @khanifa: iyah udah ditambal pas dikantor, rencana sih mo kebengkel tp kok ya agak malas ngeliat cuaca panas diluar.
    @kaka: iya sih ada konsekuensinya, tapi disituasi itu saya harus ambil keputusan itu..pekerjaannya diperlambat dan hasilnya juga ga bagus, tapi itu kondisi ban masih terisi angin ko!Dan karena lubang ketiga itu sepertinya lubang bocor halus jd masih tetap tersimpan angin sampai kantor 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s