Desain Indusri

Pengertian Umum Hak Desain Industri

Hak Desain Industri adalah Hak eksklusif yang diberikan oleh negara Republik Indonesia kepada pendesain atas hasil kreasinya untuk selama waktu tertentu melkasanakan sendiri atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakan hak tersebut. (pasal 1 angka 5 UU 31/2000)

Hak Desain Industri dapat diperoleh melalui pendaftaran ke kantor HKI, perlindunganya bersifat teritorial namun klasifikasi produk bersifat internasional (32 kelas)~Locarno Agreement.

Indonesia sendiri belum menjadi anggota Locarno Agreement namun penjelasan menggunakan klasifikasinya ada didalam pasal 13 UU No.31/2000

Ciri-ciri Pokok Desain Industri berdasarkan (WIPO)

  1. Visibility (dapat dilihat dengan mata)
  2. Special appearance (penampilan khusus memperlihatkan perbedaan dengan produk lain sehingga menarik bagi pembeli atau pengguna produk)
  3. Non-technical aspect (hanya melindungi aspek estetika dari produk dan tidak melindungi aspek fungsi teknis produk)
  4. embodiment in utilitarian article (diterapkan pada barang yang memiliki kegunaan)

Desain Industri yang mendapat perlindungan adalah :

  • Desain Industri yang memiliki kebaruan (ps.2(1) UU 31/2000)
  • Kebaruan apabila di tanggal penerimaan tidak sama dengan pengungkapan sebelumnya (ps 2 (2) UU 31/2000)
  • Kebaruan DI berbeda secara signifikan atau bukan kombinasi fitur-fitur desain industri yang sudah diketahui sebelumnya (ps.25(1) TRIPs)
  • Dasar penilaian adalah kesan estetis (ps.1 angka 1 UU 31/2000
  • Menghindari intellegent imitation dan slavish imitation-confusion between product

Lingkup & Penggunaan Hak Desain Industri

Hak eksklusif untuk melaksanakan Hak desain Industri yang dimilikinya dan untuk melarang orang lain yang tanpa persetujuan membuat, memakai, menjual, mengimpor, mengekspor, dan atau mengedarkan barang yang diberi Hak Desain Industri (ps.9(1) UU 31/2000)

Masa perlindungan Desain Industri 10 tahun dan tidak bisa diperpanjang lagi.

*) Sebagian data diatas hasil training HKI dengan pembicara M.Faisal

Mengenal Paten

Seperti minggu sebelumnya saya masih mengikuti training HAKI dan materi kali ini yang dibahas adalah pengenalan mengenai paten, yang mungkin bisa saya bagi sedikit dari yang saya dengar dan lihat di kelas.Pengenalan materi Paten ini berlangsung plus minus 1 jam oleh M. Faisal.Dasar undang-undang yang dipakai adalah :  UU No.14/2001 dan sekarang sedang dalam tahap Revisi

Pengertian Paten : Patent adalah Hak ekslusif yang diberikan oleh Negara kepada inventor atas hasil invensinya dibidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya tersebut atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

Invensi : Ide Inventor yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik dibidang tehnologi dapat berupa produk atau proses, atau penyempurnaan pengembangan produk.

Inventor : Orang yang secara sendiri atau beberapa orang yang secara bersama-sama melaksanakan ide yang dituangkan kedalam kegiatan yang menghasilkan invensi.

Perlindungan Paten bersifat teritorial (per-negara)  dan ada jangka waktu tertentu untuk pengajuan invensi.

Sebelum Mengajukan permohonan Paten ada baiknya diperhatikan invensi nya karena beberapa faktor yaitu :

Faktor Teknis

  • Novelty Test: Invensi itu harus baru, belum pernah di publikasikan dalam bentuk buku, pameran atau media lainnya
  • Non-Obviosness Test : Uji terhadap Langkah inventif-Invensi belum pernah diduga sebelumnya
  • Industrial Applicability: Bisa diterapkan dalam industrii atau diperbanyak
  • Dapat diungkapkan dalam bentuk tulisan

Faktor Non- Teknis

Biaya: meliputi pembuatan deskripsi, Aplikasi, Pemeriksaan Substantif, Pemeliharaan paten selama 20 th(biasanya perlu investor besar)

Prosedur Pengajuan Permohonan Paten

  1. Permohonan
  2. Pemeriksaan Persyaratan Administratif atau disebut juga tahap formalitas (3 bulan)
  3. Publikasi (18 bulan dari tanggal Permohonan)
  4. Pemeriksaan Subtantif (36 bulan)secara teoritis

Dari Pemeriksaan Substantif ini akan ditentukan apakah Invensi ini akan diberi paten atau granted atau ditolak.

Kalau Invensi itu diberi Paten maka akan ada perlindungan selama 20 tahun terhitung sejak tanggal permohonan juga tak bisa diperpanjang lagi, karena setelah itu akan menjadi public domain dengan pertimbangan si pemilik invensi sudah banyak mendapat keuntungan dari paten tersebut.

Materi sumber: Naskah Training oleh M. Faisal, Brosur Paten dan Penjelasan dikelas.

Mengenal Merek

Hari senin 16 November 2009 diberi info ada Pengenalan HAKI yang meliputi Merek, Hak Cipta, Paten dan Desain Industri.Untuk hari ini jadualnya adalah pengenalan merek yang kebetulan saya sudah diberi soft copy materi persentasinya sore hari dan akan dibahas hari ini pukul 8.45-09.45, pemberi materi Saiful Hadi, SH.

SEJARAH

  • Indonesia mengadopsi hukum Belanda, mengapa?
  • Bagaimana dengan Hukum Adat Indonesia?
  • Octrooiwet Stbl 1910,
  • Tahun 1912 Statblad 1912 No. 545 jo. Stbl 1910 No. 214, istilah Reglement Industrieele Eigendom (Burgerlijke wetbook / BW / KUHPerdata)
  • Auteurwet Stbl 1912 Nomor 600.
  • WIPO Convention, Tahun 1967 oleh 184 Negara
  • Tahun 1994 Indonesia masuk sebagai anggota WTO/TRIPs
  • Tahun 1997 Indonesia meratifikasi Paris Convention for the Protection of Industrial Property, Kepres no. 15 tahun 1997 tentang perubahan Keppres No. 24 tahun 1979; dan meratifikasi Trademark Law Treaty dengan Keppres No. 17 tahun 1997.

Peraturan Tentang Merek

  • Undang-undang  Merek yang dimiliki Indonesia pertama kali adalah Undang Undang Nomor 21 Tahun 1961, dimana pada saat itu perlindungan merek didasarkan pada sistem “deklaratif” yang artinya Hak atas Merek diberikan kepada pemakai pertama.
  • Pada tahun 1992 Undang Undang Nomor 21 Tahun 1961 tentang Merek Perusahaan dan Merek Perniagaan digantikan dengan Undang Undang Nomor 19 Tahun 1992 Tentang Merek. Undang-undang ini menganut sistem “first to file”, yang artinya Hak atas Merek diberikan kepada pendaftar pertama.
  • Undang Undang Nomor 21 Tahun 1961 tentang Merek Perusahaan dan Merek Perniagaan
  • Undang Undang Nomor 19 Tahun 1992 Tentang Merek
  • Undang Undang Nomor 14 Tahun 1997 Tentang Perubahan atas Undang Undang Nomor 19 Tahun 1992 Tentang Merek
  • Undang Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek

Pokok Bahasan

Apa itu Merek ?

Pengertian:

  1. Merek adalah tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa. [Psl. 1 (1)]
  2. Memiliki daya pembeda

Jenis Merek

  • Merek Dagang adalah Merek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya.
  • Merek Jasa adalah Merek yang digunakan pada jasa yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya
  • Merek Kolektif adalah Merek yang digunakan pada barang dan/atau jasa dengan karakteristik yang sama yang diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan barang dan/atau jasa sejenis lainnya.

Masa Perlindungan Merek adalah 10 tahun dan bisa diperpanjang sebelum masa perlindungan habis.

<!–[if !mso]>