Situ Gunung

Rencana Trip singkat ke Sukabumi sudah jauh-jauh hari dirancang, tapi memang sekarang ini kalau naik mobil/motor macetnya luar biasa dari Bogor. Saya akhirnya memesan Tiket Kereta Pangrango yang memang bisa dipesan online melalui aplikasi smart phone dengan diskon khusus 3000 setelah transaksi akhir. Jadi harga tiket ekonomi yang harganya  duapuluh lima ribu rupiah jika PP hanya Rp. 47.000,-.
Pemandangan di sepanjang rel yang baru ini menyuguhkan hamparan sawah dan ladang hijau. Arus sungai yang amat deras juga menemani perjalanan yang memakan waktu dua jam ini, agak ga nyaman (kurang dingin ac-nya) maklum ambil kelas ekonomi namun sudah dilengkapi dengan charger disetiap bangku.Menuju tempat wisata ini bisa ditempuh dengan kereta pangrango dari stasiun paledang, bogor.Jika ingin trip singkat bisa dengan 5 jam di sukabumi, yaitu berangkat pagi 07.52 dan ikut kembali pulang dengan kereta sore 16.20.Untuk harga tiket ada dua macam yaitu ekonomi (Rp. 25.000) dan eksekutif (Rp. 60.000).

Arisan sambil Silaturahim

Sesuatu yang paling cepat mendatangkan kebaikan,’ sabda Rasulullah SAW, ‘adalah balasan (pahala) orang yang berbuat kebaikan dan menghubungkan tali silaturahmi, sedangkan yang paling cepat mendatangkan keburukan ialah balasan (siksaaan) bagi orang yang berbuat jahat dan yang memutuskan tali persaudaraan” (HR Ibnu Majah).

IMG-20160424-WA0118

Foto Lokasi : Taman Buah Mekarsari

Silaturahim bulanan dalam agenda arisan alumni teknik kimia UI. Kesibukan dalam pekerjaan juga aktivitas keluarga serta banyak kegiatan lainnya menyebabkan berkurangnya aktivitas social bersama teman lama.

Beberapa teman-teman alumni Teknik Kimia UII yang berada di area Jabodetabek sengaja membuat agenda arisan yang alih-alih silaturahim sambil wisata bareng. Salah satu aturannya sengaja dibuat  bagi penerima uang tarik arisan yang menentukan tempat wisatanya dan makanan utama, sementara peserta lain bawa kue/buah /cemilan.


 

IMG-20160110-WA0009

Foto Lokasi Warung Sop Janda Karawang

IMG-20151115-WA0009

 

Nasi Megono dan Garang Asem Masduki

 

IMG_20160220_183723

Penampakan garang asem ala pekalongan, katanya kalau di Pekalongan yang terkenal warung masduki ini.Saya sudah coba dua warung Mas Duki yang ada di Pekalongan, tampaknya lidah lebih ngerasa enakan  Warung Masduki yang dekat alun-alun.
Orderan umum Garang asem ini bersanding dengan sego megono. Dagingnya dapat banyak, kuahnya segar dengan tambahan rawit utuh. Sementara ini Sego Megono, sego (nasi) yang disajikan dengan Megono.
Kalau di browsing di internet Megono dibuat dari bahan dasar nangka muda kayak untuk gudeg yang dicacah kecil ditemeni kelapa parut berbumbu. Untuk saya sendiri hanya ambil sedikit untuk dicampur nasi, satu porsi megono dimakan berdua dengan teman, sementara garang asem masing-masing seporsi.

 

IMG-20151008-WA0026

“Traveling – it leaves you speechless, then turns you into a storyteller.” – Ibn Battuta

Martapura, salah satu kota yang sempat dikunjungi saat sedang bertugas, menempuh waktu 15 menit dari kota banjarbaru.

Salah satu hal yang menyenangkan saat bepergian ketempat baru seperti menjelajah buku, banyak cerita dan makna baru yang terkadang tak sengaja dijumpai.

Makanan Lokal disini kebanyakan berbahan dasar ikan, jadi tak heran kalau di kota ini jadi makan ikan sepuasnya dalam bentuk sayur ikan, lontong orari dengan lauk ikan aruan (ikan gabus) dll.

Salah satu yang agak unik ada cemilan dijual di Pasar Tradisional yaitu jengkol rebus yang disediakan juga saus dengan harga yang sangat murah.Banyak juga berjajar kue klepon yang sudah di jual bersama box atau pisang keju.

Bagi penggemar cendera mata ada banyak batu warna-warni dengan harga terjangkau mulai dari 5000-ratusan ribu.

 

 

 

Ragusa Ice Cream di Juanda

Ice Cream Ragusa akhirnya bisa  di cicipi juga, dahulu tahu informasi ini dari majalah remaja beberapa tahun lalu dan  baru sempat coba beberapa hari yang lalu. Lokasinya berada di Jalan Veteran I No. 10, juanda (disamping masjid Istiqlal). Menurut informasi Ice Cream yang sudah ada sejak jaman kolonial Belanda, Interior ruangan vintage ada beberapa poster yang di pajang dan tertulis tahun berdiri tahun 1932 pada salah satu dinding.

Untuk menuju lokasi tempat ini tidak terlalu sulit, jika biasanya menggunakan kendaraan umum bisa memakai jasa Trans Jakarta jurusan Tomang-Juanda dengan biaya Rp. 3500. atau naik comuter line. Kebetulan saya datang malam hari, sedikit gelap jalanan menuju ke kedai ice cream, karena kurangnya penerangan jalan di sepanjang trotoar dan agak sepi.

Kedai Ice Cream ini dipadati pengunjung yang mengantri, iya..ngantri seperti pembelian tiket bioskop saat saya datang. Awalnya saya sudah agak malas mau ikutan mengantri, karena selain lelah belum dapat tempat duduk, iya semua kursi full customer dari usia muda-tua.

Menurut saya pelayanannya  pada customer agak membingungkan, ada satu kasir dengan satu orang perempuan di depan antrian yang menanyakan orderan dan mengambil uang lalu memberikan pada kasir (kurang praktis), setelah membayar ada bukti pembayaran yang diberi tulisan di bagian belakangnya dan diberikan lagi pada customer sebagai bukti pengambilan barang “menurut ibu yang di depan kasir“. Dengan penjelasan seadanya saya coba tanyakan pada salah satu pegawai dibagian belakang untuk pengambilan pesanan “ice cream”nya dan dia berkata disini dan berikan Ice Cream dengan dibungkus Styrofoam.20141004_190744[1]

Rasanya agak sedikit kecewa melihat penampilan Ice Creamnya yang hanya di lapisi plastic dan dibungkus styrofoam.. T.T mengingat perjuangan saya untuk menuju ke lokasi ini dan lihat tampilan posternya. Akhirnya saya membawa bungkusan Ice Cream ke emperan toko yang tutup dan makan disana, sementara teman saya yang juga ikut hanya memesana mie Juhi yang memang berjualan di sekitar kedai Ice Cream. Mengenai bentuk Ice Creamnya seperti pada foto poster “aslinya” seperti es cream yang di potong hanya saja jadi begitu karena di foto diatas styrofoam di tempat yang minim cahaya. Ice creamnya memang berbeda dengan walls, campina, atau tipe modern lainnya, rasanya lebih mirip Ice cream zadul, enak tapi kalau pelayanannya lebih baik pasti bisa lebih berkembang. 20141004_190245[1]