Bakso Mercon

image

Malam itu dipaksa sepupu nemenin makan bakso mercon yang konon terbilang masih baru di jalan sawangan, depok.
Berbekal uang seadanya kamipun terdampar disini, dengan dua mangkok bakso kuah dan es teh manis.

image

Saat pesanan bakso itu datang,tampilan awal tidak terlihat beda dari bakso pada umumnya. Bakso mercon ini terdiri dari bakso ukuran kecil 3 buah dan 1 bakso ukuran besar yang ternyata berisi cabai rawit merah ketika dibelah.
Pedas, tentu itu yang terasa ketika tanpa sadar terkunyah cabai pada bakso itu.
Harga seporsi bakso kuah ini Rp. 10.000,-, sementara untuk es teh manis Rp.3000,-.Selain bakso ada makanan besar yang dijual disini. Lokasi kedai ini tepat disebrang jembatan yang mengarah ke kantor pos depok jl. Rambutan, alamat tepatnya adalah:
Saung Pandhowo
Bakso dan SeaFood
Jl. Raya Sawangan No. 19 A
021-93455525

Selamat Hari Guru

image

Hari guru, sebenarnya ga pernah hafal dan tahu persis kapan kalau tidak membaca postingan, update status atau selintas obrolan.
Malam ini saya ga sengaja teringat beberapa guru yang pernah mengajar dari guru TK, SD, SMP, SMA  ples zaman kuliah.
Mendadak teringat Bapak, ya bapak saya guru yang mengajarkan ilmu pasti di sekolah. Bapak yang sering dipanggil pak guru oleh tetangga, kenalan dan pasti muridnya.

Hal yang lucu ketika kami kecil dari 3 orang anaknya tidak ada yang ingin jadi guru, meskipun pada saat itu profesi yang paling diminati disana selain bidang kesehatan adalah jadi guru.
Kakak saya saja yang pernah mengajar, itupun hanya sambil kuliah sebagai asisten dosen disela waktu menulis skripsi, setelah lulus kembali pada bidangnya ekonomi.
Sementara itu putra dan putri adiknya bapak yg bukan guru malah mengambil jurusan menjadi guru dan 2 diantaranya menjadi pengajar ilmu pasti.
Banyak kenangan dari beberapa guru yang masih diingat, mulai dari baiknya sampai yang agak-agak tak perlu diingat tapi ingatt (jangan ditanya ya?)..ha ha ha.

Menurut saya tugas guru cukup sulit, butuh kesabaran ekstra mungkin karena itu saya yang hanya punya porsi sabar secukupnya ini  tahu diri untuk mencari bidang lain, aih jadi kangen bapak …

Selamat hari guru

Sang Waktu

Menatap nanar pada jarum jam yang berputar

Mengintip sesekali dengan sudut mata ini

Ada harap-harap cemas disana

Ku tak bermaksud menantang sang pemilik waktu..

Hanya ku berharap jarum itu bisa berputar mundur

Atau berhenti sejenak

Harapan dan Doa Semoga Bisa berdamai dengan sang Waktu

Dikepalaku..

Dikepalaku ada yang berbicara, ada yang berteriak, ada yang berbisik terkadang hal ini yang buatku sulit untuk menentukan langkah-langkah kecilku..

Berjalan perlahan melihat disepanjang jalanan yang belum terlihat bentuknya, banyak sekali kekhawatiran dan cemas yang terpikir :(…permintaan-permintaan itu mengisi pojok hatiku mengajak untuk menuruti, keinginan-keinginan dikepalaku menarikku untuk pergi kearah yang lain, jiwa terkadang labil mengikuti arah angin…tapi ntah kenapa selalu ada yang muncul tiba-tiba memberi tempat bagi tanganku untuk berpegangan, memberi tanah untuk berpijak, memberi pelukan saat dingin dari angin terlalu kuat..

Selalu ada cahaya bagi mata ini walaupun cahaya kecil untuk bisa melihat keadaan sekitar, membedakan apa yang terlihat, meskipun terkadang ada yang masih samar dan ini membuatku jadi bertanya: apakah ini baik atau tidak buatku?

Perjalanan waktu menempaku, layaknya sebuah besi yang berada ditangan pandai besi.Akan jadi apakah aku di tangan sang pandai besi?pukulan, panas, dingin, semua membentukku menjadi karakter yang hanya akan terlihat diakhir tempaan..bertahan untuk tidak patah, tidak menjadi rapuh saat dingin dan panas, menjadi kuat dan bisa berguna untuk orang lain..apakah aku terbentuk menjadi senjata untuk melindungi atau menjadi senjata untuk membunuh?

Banyak pemandangan indah sekali yang membuatku menjadi kecil layaknya debu, membuatku gampang diterbangkan angin, membuatku sukar ntuk berpaling, membuatku susah untuk berpijak pada tanah yang sesunguhnya, pada hal yang sebenarnya, pada garis yang seharusnya diikuti…

Terima Kasih untuk selalu diberi kesempatan kembali, diberi cahaya saat gelap mulai menyergap sehingga aku tidak tersesat dalam jerat…panggilan itu selalu bisa terdengar lebih keras mengalahkan suara-suara lainnya… 🙂

Pinjami saya Pintu Kemana Saja, Sayap atau Baling-baling bamboe

Hidupku yang sederhana ini dipenuhi warna-warni dari kisah-kisah dan cerita dari sahabat-sahabatku, keluarga yang hangat dan lengkap (Ayah Pensiunan Guru, Ibu punya Bisnis, kakak perempuan dan kakak laki-laki) dengan segala hal yang baik ini seharusnya aku cukup puas dan  akupun bersyukur untuk segala yang diberikan padaku.

Entah kenapa disudut hati punya keinginan egois untuk mengunjungi beberapa tempat, dan ada keinginan egois lain yang ingin kuraih, tapi banyak sekali batasan dan birokrasi yang harus kutempuh yang membuat jiwa saling berperang 😦

Andaikan saja saya menjadi Nobita yang bisa meminjam semua peralatan milik Doraemon yah minimal pintu kemana saja, Baling-baling bambu atau diberi sepasang sayap mungil..*khayalan anak-anak yang sudah jelas tak mungkin*

Pintu Kemana Saja
Pintu Kemana Saja

Aku tahu suatu saat aku pasti bisa lewatin semua ini dan mungkin  aku hanya tersenyum simpul mengenang masa ini.

Di Minggu terakhir Ramadhan 1430H

Mungkin lagu ini yang menggambarkan perasaan seorang ibu yang berada disebelahku semalam.Belum lama ini aku mengenal seorang ibu yang berusia agak senja dimasjid dilingkungan perumahanku, hanya sekedar senyum jika papasan wajah, dan sapaan ringan karena memang tidak memungkinkan untuk ngobrol.

Semalam adahal yang membuatku terkejut, tiba-tiba dia pamit lebih dahulu tanpa menunggu doa puasa dipanjatkan, aku tak akan heran kalau cuma pamit biasa.Dengan suara bergetar dia menggenggam tanganku seraya berkata minta didoakan untuk kesembuhannya, dimintakan agar dia bisa menjalankan sisa ramadhan tahun ini dengan lancar juga dia berdoa untukku agar diberi kesehatan agar aku bisa jalankan ibadah bulan ramadhan ini sampai akhir sepertinya ia sudah rindu ramadhan sebelum bulan ini berakhir.

Aku tak mengenal bahkan namanya, usianya sekitar 60-65 mungkin, saat istirahat shalat dia  duduk bersandar ditiang.Beberapa hari ini sepertinya dia duduk disekitarku meskipun aku tidak mengamatinya.

Aku tidak tahu apakah doaku untukmu akan terkabul, harapanku mungkin sama denganmu semoga kita bisa sampai diakhir ramadhan ini dengan kemenangan dan bisa mendapat ramadhan berikutnya.

Murai Batu Medan itu pun terbang

Seperti hari-hari biasanya saya pulang kerumah sesudah azan magrib berkumandang, sekitar pukul 6.30 pm.Adahal yang tak biasa disini,  Rus *teman sehobi nya kakak* sudah mencari-cari kakak  kerumah ditambah lagi celoteh ponakanku soal burung yang terbang.Dirumah beberapa bulan ini memang ada beberapa burung yang di pelihara, jenis burung murai, pentet, jalak ijo, nuri, kacer, love bird.Dari semua koleksi itu tidak semua ada dirumah saat ini, ntah kenapa setiap minggu ada aja yang ditukar *ntah ada penambahan biaya atau tidak*, berganti-ganti terus menerus sampai saya tidak mengenali lagi koleksi yang dirumah yang jenisnya apa aja.

Saat pagi hari saya berangkat belum ada hal yang aneh, seperti biasanya burung-burung itu dimandikan, diberi makanan khusus seperti jangkrik, ntung *semacam ulat putih ndut*, dan kroto, sayapun berangkat kekantor tapi pagi itu saya hanya memandang burung murai sekilas saja.padahal biasanya saya ikut duduk dan memandangi sambil sedikit bertanya.

Burung Murai Batu Medan adalah kebanggaanya, kesayanganya, sempat ingin dilombakan juga.Menurutnya ada kepuasan tersendiri kalau punya burung murai batu medan itu, sebelumnya pernah juga murai lampung super saat itu saya tidak bisa bedakan karena wajahnya mirip.Adahal yang akhirnya saya ketahui dari jenis murai medan dan lampung super yaitu ekornya murai medan panjangnya hampir sama dengan panjang badannya, itulah kenapa sangkarnyapun jauh lebih besar dibanding sangkar burung-burung lain dirumah.Dan semalam saat magrib burung itu terbang dari kandangnya yang sudah dikerudung kain *menurut orang dirumah*ntah karena pintu yang lupa ditutup, atau karena kunci kawat itu yang belum dipasang.

Info terbangnya sang kesayangan tidak dikabarkan via telpon, meskipun saat itu dia menelpon kerumah untuk minta jemput.kami tak ingin mengejutkan, meskipun tentu saja akan tetap cemas, kami ingin sampaikan berita secara tenang saat dia sampai rumah dan istirahat sejenak.Usaha untuk mencari burung yang hilang tetap dilakukan tukang burung langganan pun dipanggil untuk usahakan penangkapan dengan pancingan dengan murai lain, tapi malam itu segalanya terlambat karena hari sudah terlanjur gelap.

Hari ini disebut hari berkabung menurut teman kakakku yang tadi belum berangkat kerja juga, padahal biasanya selalu jam 7.00 tepat.Tak tahu harus bagaimana bersikap, semoga duka itu cepat berlalu ^_^

Murai Batu Medan-gambar diambil disana->(http://pendek.in/00a1b)
Murai Batu Medan-gambar diambil disana->(http://pendek.in/00a1b)