Membeli Suasana..

IMG_20160219_205248

Pertama mampir ke kedai ini, penampilan vintage dengan motif bunga dan hiasan (pajangan) yang instagramable buat customer muda berdatangan meskipun dengan menu yang STD saja (mirip2 dengan tempat lain)

 

IMG_20160219_205419

Menjual suasana yang nyaman, tenang serta banyak spot untuk selfi atau narsis di berbagai spot jadi  konsep banyak tempat, terutama jika pasarnya anak-anak yang hobi nongkrong.

IMG_20160219_194923

 

Menu Paket Hemat yang biasanya banyak diincar adalah Paket Ayam Bakar+ Nasi+ Es Teh/ Soda senilai 30-35-an bisa sekalian numpang wifi ples selfie bisa jadi pasar sendiri.

Nah..berhubung waktu itu sedang perlu tempat untuk meeting sekaligus koneksi, jadilah mampir juga kesini..

IMG-20160219-WA0014

IMG-20151008-WA0026

“Traveling – it leaves you speechless, then turns you into a storyteller.” – Ibn Battuta

Martapura, salah satu kota yang sempat dikunjungi saat sedang bertugas, menempuh waktu 15 menit dari kota banjarbaru.

Salah satu hal yang menyenangkan saat bepergian ketempat baru seperti menjelajah buku, banyak cerita dan makna baru yang terkadang tak sengaja dijumpai.

Makanan Lokal disini kebanyakan berbahan dasar ikan, jadi tak heran kalau di kota ini jadi makan ikan sepuasnya dalam bentuk sayur ikan, lontong orari dengan lauk ikan aruan (ikan gabus) dll.

Salah satu yang agak unik ada cemilan dijual di Pasar Tradisional yaitu jengkol rebus yang disediakan juga saus dengan harga yang sangat murah.Banyak juga berjajar kue klepon yang sudah di jual bersama box atau pisang keju.

Bagi penggemar cendera mata ada banyak batu warna-warni dengan harga terjangkau mulai dari 5000-ratusan ribu.

 

 

 

Masjid 1000 pintu

IMG_20150816_164047
Gambar Stasiun Tanggerang.
Penasaran pada masjid tua yang pernah ada di televisi sebagai background azan konon berada di Tanggerang. Berjalan-jalan menggunakan Commuterline dari Depok, transit di Duri lalu naik kereta lagi sampai stasiun Tanggerang dan lanjut menggunakan Angkot 07 dari Pasar Lama.
IMG_20150816_145005
Masjid ini  berdiri di atas tanah seluas 1 hektar  ini didirikan sekitar tahun 1978.  Pendirinya adalah seorang warga keturunan Arab yang warga sekitar menyebutnya dengan sebutan  Al-Faqir.
Al Faqir ini adalah salah satu santri dari Syekh Hami Abas Rawa Bokor yang memulai pembangunan masjid itu dengan membuat Majelis Ta’lim terlebih dahulu di daerah tersebut. Warga sekitar pun untuk menghormatinya lantas memberikannya gelar Mahdi Hasan Al-Qudratillah Al Muqoddam.
Sejujurnya kalau kondisinya ruangannya agak horor karena gelap, bahkan ada salah satu pintu yang ga berani di masukin karena didalamnya bahkan ga bisa lihat tangan sendiri , ada tasbih raksasa plus makam.
IMG_20150816_141448
Gambar salah satu sisi masjid.
IMG_20150816_142919

Lumia dari #WeSpeakCode Microsoft

We Speak Code

Sudah lama ga update …he he he cuma  cuma mau cerita beberapa waktu lalu mendapatkan Lumia 535 pada acara #WeSpeakCode di Microsoft. Alhamdulilah banget, setelah beberapa kali mengalami kehilangan…iya lagi ga aman gitu, hp, dompet dan uang hilang saat diperjalanan. Balik lagi ke Hand phone ini , pengalaman baru untuk jenis OS nya jadi ga sabar ingin oprek aplikasi-aplikasi yang ada didalamnya.

Taman Wisata Hutan Mangrove di PIK

 

 

 

“A journey of a thousand miles must begin with a single step.” – Lao Tzu

 

IMG-20141004-WA0100

Melipir ke Hutan Mangrove memang sudah jadi agenda, salah satu tempat yang ingin ingin di datangi. Tempat ini cantik dan sejuk. Jalanannya terbuat dari kayu yang dibuat mirip jembatan.

IMG-20141004-WA0104

Oiya perjalanan saya ke Hutan Mangrove ini menggunakan Trans Jakarta, berdasarkan petunjuk dari Instagram @matripe dan diberi info menuju kesana dengan membaca blognya.  Menggunakan BKTB Monas -PIK turun di Pusat Agama Budha Tzu Chidengan membayar tambahan Rp. 2500 . Perjalanan menuju lokasi kurang lebih 1 jam, bus sepi jadi bebas mau tiduran atau duduk santai. Apa yang menarik?tentu saja udaranya..sakit kepala hilang dengan asupan oksigen yang lebih baik disini. Oiya pada bagian pintu masuk ada beberapa benda yang tidak boleh dibawa : makanan/minuman dan kamera karena ada petugas lain yang akan check dibagian pemeriksaan. untuk kamera diperbolehkan dibawa dengan biaya Rp. 1000.000 (begitu yang tertulis) untuk saya sendiri cukup puas dengan hasil foto dari Hp 🙂

IMG-20141004-WA0097

Biaya Taman Wisata Alam Angke Kapuk  adalah :

  • Biaya masuk untuk Turis Domestik Rp. 25.000/orang
  • Biaya Parkir Mobil Rp. 10.000
  • Biaya Parkir Motor Rp. 5.000

 

Bagi yang menggunakan kendaraan sendiri, ada blog lain yang menuliskan infonya Alternatif jalan menuju Taman Wisata Alam:

a) Dari tol menuju bandara Soekarno-Hatta – keluar tol Kapuk Muara – kemudian masuk ke Pantai Indah Kapuk – ikuti arah ke Waterboom – kemudian ikuti arah ke Golf Mediteranian dan Garden House – Bunderan PIK – Pusat Agama Budha Tzu Chi – Sampai di TWA.

b) Dari Arah Pluit menuju Muara Karang kemudian masuk Pantai Indah Kapuk sampai ketemu RS PIK- ikuti arah ke Waterboom – kemudian ikuti arah ke Golf Mediteranian dan Garden House – Bunderan PIK – Pusat Agama Budha Tzu Chi – Sampai di TWA.

c) Dari Tol JORR Lingkar Barat keluar Kamal terus ke Jalan kamal Raya, masuk kompleks Elang Laut, PIK – ikuti arah ke Waterboom – kemudian ikuti arah ke Golf Mediteranian dan Garden House – Bunderan PIK – Pusat Agama Budha Tzu Chi – Sampai di TWA.

IMG-20141004-WA0094

 

Ragusa Ice Cream di Juanda

Ice Cream Ragusa akhirnya bisa  di cicipi juga, dahulu tahu informasi ini dari majalah remaja beberapa tahun lalu dan  baru sempat coba beberapa hari yang lalu. Lokasinya berada di Jalan Veteran I No. 10, juanda (disamping masjid Istiqlal). Menurut informasi Ice Cream yang sudah ada sejak jaman kolonial Belanda, Interior ruangan vintage ada beberapa poster yang di pajang dan tertulis tahun berdiri tahun 1932 pada salah satu dinding.

Untuk menuju lokasi tempat ini tidak terlalu sulit, jika biasanya menggunakan kendaraan umum bisa memakai jasa Trans Jakarta jurusan Tomang-Juanda dengan biaya Rp. 3500. atau naik comuter line. Kebetulan saya datang malam hari, sedikit gelap jalanan menuju ke kedai ice cream, karena kurangnya penerangan jalan di sepanjang trotoar dan agak sepi.

Kedai Ice Cream ini dipadati pengunjung yang mengantri, iya..ngantri seperti pembelian tiket bioskop saat saya datang. Awalnya saya sudah agak malas mau ikutan mengantri, karena selain lelah belum dapat tempat duduk, iya semua kursi full customer dari usia muda-tua.

Menurut saya pelayanannya  pada customer agak membingungkan, ada satu kasir dengan satu orang perempuan di depan antrian yang menanyakan orderan dan mengambil uang lalu memberikan pada kasir (kurang praktis), setelah membayar ada bukti pembayaran yang diberi tulisan di bagian belakangnya dan diberikan lagi pada customer sebagai bukti pengambilan barang “menurut ibu yang di depan kasir“. Dengan penjelasan seadanya saya coba tanyakan pada salah satu pegawai dibagian belakang untuk pengambilan pesanan “ice cream”nya dan dia berkata disini dan berikan Ice Cream dengan dibungkus Styrofoam.20141004_190744[1]

Rasanya agak sedikit kecewa melihat penampilan Ice Creamnya yang hanya di lapisi plastic dan dibungkus styrofoam.. T.T mengingat perjuangan saya untuk menuju ke lokasi ini dan lihat tampilan posternya. Akhirnya saya membawa bungkusan Ice Cream ke emperan toko yang tutup dan makan disana, sementara teman saya yang juga ikut hanya memesana mie Juhi yang memang berjualan di sekitar kedai Ice Cream. Mengenai bentuk Ice Creamnya seperti pada foto poster “aslinya” seperti es cream yang di potong hanya saja jadi begitu karena di foto diatas styrofoam di tempat yang minim cahaya. Ice creamnya memang berbeda dengan walls, campina, atau tipe modern lainnya, rasanya lebih mirip Ice cream zadul, enak tapi kalau pelayanannya lebih baik pasti bisa lebih berkembang. 20141004_190245[1]

Work Shop bersama UFM 947 dan Bayer

Hidup Anda sangat berharga. Setiap keputusan yang Anda buat hari ini menentukan masa depan Anda. Pilihlah yang terbaik untuk hidup Anda! . Mengusung tema Its Your Life, its Your Future, Know your Option pada #momiesdiary acara yang dibuat oleh Radio #UFM947 ini diharapkan para perempuan tahu pilihan alat kontrasepsi dan siap serta merencanakan kehamilannya,
26 September 2014 di peringati sebagai Hari Kontrasepsi Sedunia, Jumat (26/9), tetapi dibuat acara pada tanggal 27 September 2014 di acara Mommies Diary untuk terus memastikan bahwa pilihan alat dan obat kontrasepsi terdepan disertai akses informasi yang lengkap.
#Bayer bersama Radio UFM 947 dalam acara Mommies Diary Day Out bersama Host Moza Paramita dan Tenik Hartono Editor Majalah Ayah Bunda juga Dr.Kanadi Sumapradja, SpOG di Palalada Restaurant Grand Indonesia mengupas tuntas fakta dan mitos seputar pil KB sebagai salah satu alat kontrasepsi. Meskipun kebanyakan yang datang adalah mommy dan pengguna alat KB, bagi saya yang single jadi dapat beberapa informasi baru tentang mitos pil Kb dan faktanya.

Acara berlangsung seru, ternyata masih banyak hal-hal yang dianggap fakta dan informasi yang bisa didiskusikan , bannyak hadiah dari Sponsor seperti voucher MAP, produk @moayu_ID, @moz5salon, Bayer dll. Untuk yang ingin informasi lebih lanjut mengenai informasi ini bisa juga kunjungi http://www.bicarakontrasepsi.com atau http://www.your-life.com

mtf_RybGY_175